Friday, 4 April 2025

PTPN IV Abaikan Aspirasi SPBUN Reg.6 KSO: FKPPIB Jaga Kondusifitas dan Sinergi

FKPPIB Korda Aceh

PTPN IV Abaikan Aspirasi SPBUN Reg.6 KSO: FKPPIB Jaga Kondusifitas dan Sinergi

Banda Aceh -– Perseteruan antara Serikan Pekerja Perkebunan Nusantara (SPUB) Regional 6 dengan manajemen PTPN IV beberapa waktu kebelakang terkait pendudukan posisi pimpinan dari luar Regional 6. Memancing adanya pergerakan masa karyawan melakukan aksi demontrasi. Menjadi perhatian FKPPIB atas kekeuhnya sikap manajemena PTPN IV dengan tidak membuka ruang dialog bagi serikat pekerja yang menaungi ribuan karyawan Regional 6 KSO.

Forum putra putri karyawan BUMN menyayangkan sikap PTPN IV yang dinilai mengabaikan aspirasi SPBUN Reg.6 KSO dalam proses pengisian jabatan pimpinan di beberapa unit kerja.

“Kami memang tidak secara langsung memiliki hubungan dengan PTPN IV sebagai induk Subholding Palmco sebagai pemegang mandat PTPN III (Persero) untuk mengelola komoditas kelapa sawit, sikap kami merupakan bentuk dukungan moral kepada pengurus dan anggota dari berbagai BUMN diseluruh Indonesia terkuhsus provinsi serambi mekah,” jelas Teungku Maulana Firman Ketua FKPPIB Korda Aceh, Jumat (07/06/24).

PTPN IV tidak menunjukkan itikad baik dalam membuka ruang dialog dan komunikasi dengan SPBUN Reg.6 KSO. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya kondusifitas danyangdi kalangan pekerja terkait transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengambilan keputusan, kata Firman sapaan Teungku Maulana Firman.

Baca Juga : Tambang Ilegal Di PTPN I Reg.2, FKPPIB Bikin Pernyataan Prihatin

Kekosongan jabatan dari Region Head, SEVP sampai dengan Asisten (BOD-3 s.d BOD-1) sebelum terkentuknya Subbholding subholding Supportingco, para orang tua kami berjibaku dalam mempertahankan kinerja dan produktivitas agar tetap prima. Walaupun kosong beberapa posisi mereka dengan sukarela merangkap. Seorang Asisten Tanaman merangkap tugas memegang dua-tiga Afdeling (areal) yang seyogyanya dipegang seorang Asisten, urai Ketua bidang Hukum dan HAM Zainal Abidin saat memaparkan diskusi semalam, Kamis malam, bersama para pempinan.

“Setelah terbentuknya supportingco jabatan disisi dari regional lain tanpa ada diskusi dengan SPBUN dan tidak mengakomodir potensi dari Regional 6 (eks.PTPN 1), tragis bak istilah “Terjajah dinegeri Sendiri,” kata Abidin disambut teriakan para anggota “Kami Pejuang bukan Pecundang,”, katanya.

Sebenarnya jika boleh jujur eks.PTPN 1 banyak sumbangsih untuk pembentukan suportingco, seperti sebagian dana keutungan perusahaan dipergunakan pembiayaan pembentukan subholding supportingco dengan nama induk PTPN 1, hanya tragisnya Eks. PTPN 1 jadi regional 6  KSO, masuk di PTPN IV.  Kemudian diperparah lagi posisi jabatan startegis diisi dari regional lain, ini kuat akan nuasa politis.

“Kepada Holding Perkebunan Nusantara, PTPN III (Persero), saya minta memahami sejarah berdirinya Provinsi Istimewa Aceh, dan mengahargaan putra daerah jangan sampai gagal paham,” katanya Mahasiswa Fakultas Hukum Syaih Kuala.

Baca Juga : FKPPIB: Hentikan Tambang Ilegal Di Areal PTPN I Reg.2.!

“FKPPIB mendesak PTPN IV untuk membuka ruang dialog dan komunikasi dengan SPBUN Reg.6 KSO menyelesaikan persoalan ini dengan mengedepankan prinsip musyawarah dan mufakat,” kata Firman.

Ia menambahkan, FKPPIB Korda Aceh juga mendorong PTPN IV untuk memberikan kesempatan kepada putra daerah dapat berkompetisi menduduki posisi pimpinan di Reg.6. Hal ini sejalan dengan semangat otonomi daerah dan pemberdayaan masyarakat lokal.

“Kami berharap PTPN IV dapat melihat ini sebagai peluang untuk meningkatkan sinergi dan kondusifitas di lingkungan perusahaan. Mari bersama-sama membangun perkebunan yang lebih maju dan sejahtera,” tutup Firman.